Saat mempertimbangkan lahan komersial, salah satu keputusan penting adalah memilih antara format multi-tenant strip atau single tenant besar. Keduanya punya karakter bisnis yang berbeda, dan memilih tanpa mempertimbangkan skala usaha bisa membuat ruang tidak optimal digunakan.
Multi-Tenant Strip Cocok untuk Diversifikasi Risiko
Membagi lahan menjadi beberapa unit kecil untuk beberapa tenant membuat pendapatan tidak bergantung pada satu bisnis saja, sehingga risiko kekosongan lebih tersebar.
Single Tenant Lebih Sederhana Secara Operasional
Menyewakan ke satu tenant besar berarti satu kontrak, satu hubungan bisnis, dan pengelolaan yang jauh lebih sederhana dibanding mengelola banyak tenant kecil sekaligus.
Karakter Bisnis Menentukan Format yang Cocok
Bisnis ritel atau FnB yang butuh visibilitas individual biasanya lebih cocok dengan format strip, sementara bisnis seperti supermarket atau showroom besar lebih optimal dengan satu ruang utuh.
Pertimbangkan Juga Waktu Konstruksi
Multi-tenant strip biasanya butuh waktu pembangunan dan penyewaan bertahap lebih lama, karena harus mengisi beberapa unit sekaligus, dibanding satu tenant besar yang langsung mengisi seluruh ruang.
Nilai Sewa per Meter Persegi Bisa Berbeda
Unit-unit kecil dalam format strip seringkali punya nilai sewa per meter persegi yang lebih tinggi dibanding satu ruang besar, meski total pendapatannya perlu dihitung ulang berdasarkan tingkat okupansi.
Skala usaha yang ingin ditampung di lahan tersebut sebaiknya jadi pertimbangan utama sebelum menentukan format ruang. Format yang tepat akan membuat lahan bekerja lebih efisien, bukan sekadar terisi.